Saya baru menyadari keunggulan lebah ini sejak sekitar satu tahun lalu. Saya memang suka mengonsumsi madu. Namun untuk membudidayakan? Saya tidak pernah terbayang. Mungkin hal yang saya pikirkan tidak jauh dari para pembaca. Bahwa sulit untuk membudidayakan Lebah di perkotaan. Saya masih dengan paradigma lama bahwa yang lebah berbahaya, apalagi bila menyengat maka bengkaknya bisa terasa sakit.

Selain stigma bahwa sengatnya menyakitkan, saya juga dulu berpikir bahwa budidaya lebah membutuhkan vegetasi yang sangat baik. Karena memang, pada dasarnya lebah adalah hewan yang bergantung pada alam. Sehingga mustahil untuk membudidayakan hewan penuh manfaat ini di kawasan kota yang minim daerah hijau.

Nyatanya? Lebah bukan tipe hewan yang sulit dibudidayakan. Selama tersedia sumber makanan yang cukup di sekitarnya, maka lebah akan dapat berkembang dengan baik dan kita dapat menikmati manfaat dari hewan unik ini. Sumber nutrisi penyokong kehidupan koloni lebah ada tiga jenis. Nektar (untuk makanan lebah), serbuk sari (untuk makan anak lebah), dan resin (bahan pembangun sarang).

Memang tidak semua jenis Lebah terutama Trigona dapat dibudidayakan. Masih banyak jenis lebah yang hanya dapat bertahan hidup pada kondisi alami. Sekalipun demikian, terdapat beberapa jenis stingless bee yang terbukti beradaptasi dengan baik di areal perkotaan.

Jenis tersebut antara lain:

1. Tetragonula laeviceps
Tetragonula laeviceps 
merupakan jenis lebah tak bersengat berukuran kecil. Ukuran lebah secara umum antara 3 hingga 4 milimeter. Berkat ukuran tubuhnya yang kecil, T. laeviceps banyak digunakan untuk kepentingan pollinator (agensia penyerbukan). Ukuran tubuh yang kecil ini membuatnya dapat masuk ke kelopak bunga yang kecil.
Sekalipun demikian, lebah ini tetap menghasilkan madu sekalipun jumlahnya tidak banyak. Berkisar antara 25-50ml per bulan. Selain madu, propolis yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai bahan baku produk kesehatan. Lebah jenis ini tersebar hampir di seluruh kawasan Indonesia dan banyak ditemukan di ruas bambu.

2. Heterotrigona itama

Lebah Hetergotrigona itama merupakan salah satu jenis lebah yang populer di kalangan peternak lebah. Hal ini dikarenakan H. itama merupakan jenis yang mudah dibudidayakan dan mampu menghasilkan madu yang lebih banyak bila dibandingkan dengan T. laeviceps. Itama mampu menghasilkan rata-rata madu sekitar 300-700ml per panen tergantung pada lingkungan sekitar koloni.
Ukuran tubuh sekitar 4-6mm, lebih besar dibandingkan dengan laevi. Selain dimanfaatkan sebagai produsen madu, lebah ini dijadikan sebagai penghasil bee bread. Jenis ini mampu bertahan dan berkembang dengan baik di daerah padat penduduk selama tersedia bahan makanan yang cukup. 

Bagaimana? Sudah mulai penasaran dengan makhluk mungil sejuta manfaat ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s