Hai! Sebelum menulis, saya ingin curhat. Saya sedang sebal karena mac kesayangan terupdate dan membuat beberapa program tidak compatible. Jadilah saya harus putar otak agar bisa tetap produktif juga menggunakannya untuk kepentingan saya. Mulai dari data perusahaan hingga beberapa project jadi terganggu karena saya fokus otak-atik. Hehe.

Sudahlah, nanti bisa diurus lagi. Saya punya janji untuk lebih banyak menulis di sini. Terutama mengenai lebah tak bersengat atau Stingless bee yang sedang saya kembangkan bersama tim di Lampung.

Kemarin saya sempat polling di salah satu media sosial mengenai keinginan followers untuk mengetahui lebah tak bersengat ini. Hasilnya mengejutkan! hanya 3 orang yang tidak ingin tahu lebih lanjut. Alasannya? Takut dan menganggap lebah ini berbahaya.

Kenyataannya? Trigona termasuk lebah yang ramah (setidaknya bagi saya). Sangat jarang mengganggu dan bahkan tidak akan menyengat! Kenapa? ya karena memang lebahnya tidak punya sting apalagi venom. Hehehe. Di rumah saya ada dua anak kecil yang sering bermain dengan lebah ini. Bahkan ketika mereka tidak sengaja menginjak salah satu dari lebah tersebut, lebah lainnya tidak menyerang. Saya sempat khawatir awalnya, tapi setelah kejadian tersebut, saya semakin yakin bahwa lebah ini tidak berbahaya.

Hingga saat ini belum (semoga tidak) ada kejadian penyerangan dari ketiga jenis lebah ini.

Memang, ada beberapa jenis lebah trigona yang furious atau galak bila terganggu. Tapi ada jenis unggul yang mempunyai sifat lebih calm dan tidak menyerang. Beberapa contohnya adalah Heterotrigona itama, Geniotrigona thorachica, dan Tetragonula laeviceps. Tiga spesies tersebut merupakan sebagian koleksi saya yang saya letakkan di sekitar Jatimas Fish Farm. Saya belum sempat foto ketiganya, akan saya tambahkan di update post selanjutnya.

Saat ini saya sedang mengumpulkan berbagai jenis lebah trigona yang ada di Lampung. Tujuannya agar dapat menjadi salah satu tempat belajar dan berdiskusi bagi para penggiat lebah. Selain itu, saya sedang coba susun panduan berternak lebah yang ramah lingkungan baik di pedesaan maupun di perkotaan. Oh iya, apakah saya sudah sebutkan bahwa lebah ini sangat mungkin dikembangkan di daerah perkotaan? Lebih jauh lagi, peternakan lebah dapat diintegrasikan dengan pertanian dan perikanan. Akan saya bahas di post-post selanjutnya.

Bila ada pertanyaan silakan ditinggalkan di kolom komentar ya. Akan saya jawab sesuai pengetahuan saya. Mari berdikskusi dan saling berbagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s