Saya baru selesai mengisi seminar kewirausahaan beberapa waktu lalu. Saya sangat jarang membawa materi tertentu untuk disampaikan. Saya lebih suka membuka materi dengan sedikit perkenalan lalu bercerita mengenai pengalaman. Kenapa pengalaman? Karena katanya,

Pengalaman adalah guru terbaik.

Hehe. Saya tidak bilang pengalaman saya banyak. Tapi saya punya banyak kawan, hal ini yang buat saya sering dapat masukan mengenai banyak hal (pengalaman bisnis termasuk di dalamnya). Bukan hanya pengalaman baik, tapi juga pengalaman jatuh dalam dunia usaha. Bagi saya, pengalaman buruk jauh lebih berharga dibandingkan dengan pengalaman baik. Kenapa? Karena dari pengalaman tidak baiklah kita bisa belajar bangkit lagi, untuk lebih ulet dalam melakukan sesuatu, agar tidak mudah goyah ketika terterpa masalah.

Awal memulai usaha, saya banyak belajar dari lingkungan. Melihat dengan sabar, tidak terburu-buru, memperhitungkan, juga punya insight and faith pada diri sendiri juga apa yang akan kita lakukan. Bayangkan bila kita melakukan sesuatu tanpa perhitungan, modal nekat, bahkan tanpa tahu apa yang akan kita hadapi. Hal itu akan justru menjadi boomerang yang bila tidak siap justru akan melukai kita. Memang, ada beberapa contoh orang yang memulai usaha tanpa perhitungan namun usaha yang dilakukan malah melesat cepat. Tapi berapa persen yang berhasil dibanding mereka yang gagal?

Usaha butuh perhitungan, tidak sekedar mengira-ngira apalagi asal maju. Kita butuh punya keberanian mengambil keputusan dan risiko, tapi bukan berarti asal-asalan. Saya lebih suka memulai usaha dari hal yang saya sukai atau kuasai dengan baik. Karena dengan penguasaan yang baik, sudah tentu kita akan tahu usaha apa yang kita jalankan.

Contohnya, bila saya hobi fotografi, maka usaha yang bisa jalankan tidak jauh dari jasa potret atau jual beli kamera dan perlengkapannya. Kenapa? Karena bila saya suka bidang foto, sudah semestinya saya akan tahu betul soal kamera dan pernak-perniknya. Maka bila misalnya saya menjalankan usaha jual beli kamera saya akan lebih mudah menjelaskan beda kamera A dan B pada calon pelanggan. Atau saya juga akan bisa jelaskan jenis kamera mana yang lebih cocok digunakan untuk indoor atau outdoor.

Bayangkan bila saya tidak paham betul soal dunia fotografi tapi berjualan kamera juga jasa fotografi. Saya akan mengalami kesulitan menjelaskan kepada anda apa yang anda butuhkan. Bila hal itu terjadi, akankah anda membeli kamera atau menggunakan jasa saya untuk memfoto anda? Saya yakin justru anda akan mengira saya penjual abal-abal. Citra ini tentu akan anda ceritakan ke teman-teman anda, yang di masa mendatang tentu akan membuat buruk imej saya di mata konsumen.

Jadi apa kesukaan anda? Kenapa tidak kita mulai bisnis bersama? Hehe.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s