20190918_1627585047202366518724354.jpg

Hari ini saya dan beberapa mahasiswa seperti biasa berkumpul di Insan Kamadiya untuk intensif persiapan keberangkatan studi lanjut tahun depan.

Beberapa mungkin tidak percaya bahkan cenderung menyepelekan mimpi anak-anak hebat ini. Tidak jarang bahkan lingkungan mereka mematahkan semangat untuk terbang tinggi itu. Ya, itu wajar karena memang tidak semua orang mengerti arti dari memiliki mimpi juga berusaha mendapatkan impian besar!

Selalu saja ada cerita mereka yang menceritakan beberapa teman ternganga ketika mereka ceritakan proses yang sedang mereka jalani bersama saya. Satu mahasiswa, Riki namanya, punya cita-cita jadi pengusaha dan ingin berangkat ke Perancis tahun depan. Ketika dia bertanya pada saya:

Bi, gimana caranya biar bisa jadi pengusaha? Saya mau jadi pengusaha juga.

Saya cuma jawab:

Gampang, mulai besok datang ke rumah abis bada subuh ya. Sebelum berani mimpi jadi pengusaha, kamu harus lihat lelahnya jadi pengusaha itu gimana.

Saya berpikir dia seperti mahasiswa saya yang lain yang punya ‘keinginan’ tapi tidak punya ‘kemauan’ yang keras.

Nyatanya tidak, dia betul-betul berangkat keesokan harinya ke Jatimas Fish Farm, sedari subuh! Hehe. Dia kebingungan tapi saya lihat nyala di matanya. Dia betul-betul ingin maju! Hebat!

Ini sudah minggu ketiga dia ‘dimagangkan’ di Jatimas, dari seorang mahasiswa pemalu, sekarang sudah tidak segan bersihkan ikan, antar ikan, bahkan sudah mulai coba marketing! Keren! Dia sendiri menyadari perubahannya, yang biasa murung sekarang sedang coba smiling voice, yang tadinya minta kerjaan sekarang sudah mulai inisiatif. Baguslah, saya bangga!

Ya, Riki adalah salah satu mahasiswa yang punya mimpi buat berangkat ke Perancis untuk kuliah lagi. Satu yang harus dia miliki adalah: kemauan yang keras . Kalau kurang keras, dia akan mudah patah ketika tertolak apply beasiswanya, dia akan jatuh ketika teman-temannya menyindir, dan akan mudah berhenti ketika belajar bahasa asing.

Ah iya, saya selalu bilang bahwa dokumen terberat yang harus dimiliki untuk memenuhi syarat kuliah di luar negeri adalah sertifikat bahasa. Untuk punya sertifikat bahasa selain harus punya kesabaran, kemauan keras, juga ulet.

Setiap hari, selalu saja ada yang bisa kita pelajari. Berat memang, tapi semua akan lebih mudah bila kita pikul bersama.

Salam dari kami, para pejuang mimpi di Insan Kamadiya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s