Dalam liku hidup lu ga bisa atur siapa buat ngerasain apa sama lu. Lu gabisa buat semua orang suka sama lu, ataupun sebaliknya.

Perjalanan hidup, one way ticket. Dimana diri adalah kendaraan, waktu adalah lama perjalanan, dan mati adalah tujuan akhirnya. Sepanjang perjalanan, diri bakal berhenti di ratusan bahkan ribuan stasiun. Di sana lu bakal ketemu orang dengan jutaan watak! Yang gamungkin juga semua cocok sama lu..

Terus apa yang harus lo lakuin di stasiun dengan jutaan manusia itu? Ya jadi diri lu, dan cari orang yang cocok buat jadi temen lanjutin perjalanan. Yang ga cocok? Ya gausah diambil pusing, jadiin koreksi juga instrospeksi karena perjalanan masih jauh!

Selama berjalan sama mereka yang jadi accompany lu, akan ada kecocokan dan ketidakcocokan. Kalo cocok ya enak, kalo ga cocok? Ya gapapa. Kan ga harus cocok semuanya.

Terpenting dari keegoisan yang gue tulis di atas adalah, jangan berhenti jadi diri sendiri dan jangan berhenti menebar kebaikan selama lu dikasih umur. Bakal banyak yang gasuka bahkan cibiran. Tapi gapapa, dibanding manusia ada Dia Yang Lebih Tahu kok.

Yakinin yang lu perbuat itu yang baik. Kalo salah ya minta maaf, soal dimaafin atau engga itu urusan belakang. Seberapapun banyak yg pergi ninggalin atau benci lu gausah dipikirin, selama lu yakin yang lu perbuat bukan hanya untuk diri sendiri melainkan untuk cause yang lebih besar lagi.

Be kind and be your-best-self.

Perjalanan setelah last stop di dunia ini masih jauh, banyakin bekal buat perjalanan selanjutnya. Do the best, let God do the rest.

Perjalanan malam di atas kapal roro.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s