Dalam berusaha kejar mimpi, ada saja halang juga orang yang meremehkan asa kita nanti. Dengan nada seenaknya mengucap bahwa mimpimu remeh dan sepatutnya dikubur karena terlalu tinggi.

Seperti kemarin, ada saja yang tertawa melihat mimpi kami. Dianggap lelucon dan obrolan lalu untuk ditunggu mati.

Jangan, jangan mati. Karena dia belum tahu, picingan matanya justru beri energi. Tamparan keras untuk nanti kita bikin bukti bahwa kita akan sekali lagi berlari, akan bangkit sekali lagi.

Kita hidup di sistem yang mengecam dan merendahkan mimpi. Bukan mendorong atau menyemangati sekalipun tak bisa beri. Biarkan saja, suatu saat kita beri bukti. Bahwa segala nyata berawal dari harap dan mimpi. Jangan gentar, karena banyak pembunuh cita yang kita temui nanti. Percayalah kami selalu ada untuk beri peluk kuatkan hati.

Yuk, keliling dunia lagi!

Kami membesar. Tunggu saja! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s