Banyak orang ga sadar kalo waktu yang mereka punya terbatas. Suka terlena sama hal kecil yang bikin nyangkut dan ga gerak kemana-mana. Sadarlah:

Semua orang  terbatas.

Iya, waktu itu nyebelin. Suka hipnotis kalau kita itu bakal ketemu besok bahkan tahun depan. Padahal ga ada yang tau, kapan kita pisah, kapan kita mati. Sudah puaskah dengan persiapan sebelum dijemput Izrail? Hehe.

Setiap orang pasti punya keinginan, tiap orang juga pasti punya perhitungan gimana mencapainya. Sebagian yang lebih matang punya peta hidup, mau dapet apa di usia berapa. Pertanyaannya, semua perhitungan itu sudah disertai variabel waktu kah? Atau sekedar hitungan matematis tanpa mikirin kemungkinan tiba-tiba waktu habis?

Selain uang, ucapan dan teman, ‘waktu’ menurut gue merupakan hal kritis. Kenapa? Karena gabisa diperkirakan kapan habisnya, kapan waktu kita untuk pulang. Perjalanannya memang bakal panjang dan melelahkan. Itulah, penting banget memhitung mengenai apapun yang pengen lu capai dalam hidup ini. Berat, tapi bisa kok..

Terus seneng-senengnya kapan? Ada kok, seneng-seneng ga harus dinilai dengan senggang tidaknya waktu. Bermalas gapapa, tapi jangan terbuai ya. Ada yang waktu terus berdetak, bergerak lari meninggalkan pemalas tanpa mimpi.

Cape iya, tapi ga ada waktu bersenggang buat mereka yang serius sama asa. Cuma penjelajah hebat yang berani lawan badai silih berganti, yang pantas dapetin apa yang dia mau.

Iya, kita terbatas.

tapi, kita bisa jadi lebih karena keterbatasan itu. 🙂

IMG_0516
Kaki gue di titik-nol Paris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s